Gerbang anti-Islam di Amerika Serikat melebar lagi


Reporter : Ardini Maharani
 

Gerbang anti-Islam di Amerika Serikat melebar lagi
MERDEKA.COM Seorang pemuda berkebangsaan Arab untuk sementara menjadi tersangka dalam kasus peledakan bom di Kota Boston, Negara Bagian Massachusetts, Amerika Serikat.

Pemuda Arab bernama Abdulrahman Ali Alharbi itu membuat gerakan terlihat mencurigakan saat bom terjadi di tengah pertandingan lomba lari. Penonton segera meringkusnya meski pemuda itu juga salah satu korban. Dia dilarikan ke rumah sakit terdekat sebab luka bakar dan terkena serpihan bom di kakinya. Seperti dilansir surat kabar the Daily Mail (16/4).

Biro Penyelidikan Federal Amerika dan beberapa agen polisi menggeledah apartemen milik Alharbi. Namun tidak menemukan hal mencurigakan. Pemuda itu memang tidak ada tanda-tanda menjadi pelaku sebab dia masuk ke Amerika secara sah dengan visa sebagai pelajar. Dia juga sangat terbuka menjawab pertanyaan polisi.

Tetangga Alharbi tidak ada yang percaya jika pemuda 22 tahun itu menjadi tersangka lantaran Alharbi dikenal sosok taat beragama, murah senyum, dan gemar sepak bola.

Gara-gara ini sentimen anti Islam mulai muncul kembali di Negara Adidaya itu. Adalah penyiar stasiun televisi Erik Rush pertama kali menanggapi kejadian itu dengan menyerukan untuk membunuh umat muslim lantaran dinilai berbahaya bagi kelangsungan kehidupan. Tudingan warga Amerika juga mengarah ke kelompok ekstremis Islam Taliban dan Al Qaidah.

Rush menulis kicauannya dalam nada marah kemarin, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya (16/4). Gara-gara dia menyentil warga Arab yang bebas masuk ke Amerika tanpa pengawasan ketat dan membaur dengan masyarakat. "Biarkan orang-orang Saudi masuk negara kita tanpa perlu pemeriksaan," kata dia di akun Twitter @erikrush.

Lantaran kicauan ini seorang pengguna Twitter lain menanyakan apakah Rush menyalahkan muslim. Presenter itu menjawab ya, dan mengatakan untuk membunuh pemeluk Islam.

Kata bijak disesuaikan dengan zaman modern sekarang ini, Tweetmu harimaumu, sedikit saja berkicau kasar, Rush menuai apa yang dia lakukan. Ribuan kecaman dan kritikan mampir ke meja redaksi FOX dan semua ingin Rush dipecat dari pekerjaannya. Rush mengakui Tweet itu kasar dan dia telah meminta maaf. Namun sayang, ludah yang terbuang tidak mampu dijilat kembali. Dia terlanjur menodai perasaan muslim.
0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar "Gerbang anti-Islam di Amerika Serikat melebar lagi", Read or Enter Comments

Post a Comment