Misteri Angka 7 Dalam Al-Qur'an




KEAJAIBAN ANGKA 7 DALAM AL-QURAN


Abd Ad-Da’im Al Kahil. Dalam bukunya mesteri angka tujuh dalam al-quran membahas tuntas mengapa angka Tujuh itu menjadi trandy dalam al-quran, dan bagaimana hubungannya, yang jelas al-quran tidak disusun oleh tangan tangan jahil, melainkan Tangan Suci Allah yang menulisnya di Lau mahfudz. Ia mengulas secaramendalam kemukjizatan Al-Quran dalam bidang numerik. Ia membuktikan bahwa semua surah, ayat, kata, dan huruf dalam Al-Quran disusun ALLAHsecara teratur dengan sistem berbasis angka 7 sebagai dalil bahawa ia bersumber dari Rabb 7 lapis langit ( maaf bukan tuju planet), karena tuju planet tersebut masih dalam satu muara langit pertama.
Tidak dapat dipungkiri, angka paling istimewa dalam Al-Quran setelahangka 1 adalah angka 7. Angka ini memiliki keistimewaan dalam berbagai rutinitas ibadah, alam semesta, dan sejarah. Apa rahasia angka ini?Mengapa ia disebut berulang-ulang di berbagai tempat dalam Al-Quran?
Bagaimana alam raya yang luas dengan setiap bahagian, orbit danbintang-bintangnya terikat dan terkait satu sama lain? Denganhikmah-NYA, ALLAH menetapkan hukum-hukum matematik yang tepat untuk keterkaitan alam, di antaranya hukum gravitasi. Hukum ini membumi mengelilingi matahari dan bulan menelilingi bumi.
Sebagaimana kita lihat, banyak sekali indikasi angka 7 di alamsemesta dan kehidupan di sekitar kita. Kita juga melihat tatanan yangsempurna dengan basis angka 7 dalam Al-Quran. Ini menunjukkan keesaanALLAH dan Al-Quran adalah kitabullah.
Hikmah pemilihan angka 7 sebagai poros penelitian ini adalahbanyaknya indikasi angka 7 di dalam Al-Quran dan hadiths Nabi, jugapengulangan angka ini dalam tatanan yang sangat teratur di Kitabullahyang dalil-dalilnya akan dikemukakan. Ketika tahu bahawa tatanan alamsemesta berbasis angka 7 dan kita menemukan angka ini terulang-ulangsecara sistematik di dalam kitab suci yang diturunkan 14 abad lalu,kita yakin bahawa Pencipta alam raya adalah Yang Menurunkan Al-Quran.
Sekarang mari kita lihat kehadiran angka 7 di alam semesta. Ketikamencipta alam, ALLAH menjadikan langit berjumlah tujuh lapis (tingkatan), demikian juga bumi. ALLAH berfirman, “ALLAH lah yang menciptakan tujuh langitdan demikian juga bumi. Perintah ALLAH berlaku padanya agar kamumengetahui bahawa ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu denganilmu-NYA.” (QS Ath-Thalaq: 12).
Bahkan atom, sebagai unit fundamental struktur alam semesta, jugatersusun dari tujuh lapisan elektron. Tidak mungkin lebih. Jumlah hari dalam sepekan tujuh, jumlah not musik tujuh, jumlah warna tujuh, danpara geologi menemukan bahwa bola bumi tersusun dari tujuh tingkatan.
Angka 7 juga menampakkan kehadiran yang nyata dalam sunnah Nabi. Beliau telah menyampaikan banyak sekali hadiths dan angka 7 memiliki“jatah” yang besar di dalamnya. Ini menunjukkan urgensi angka ini sertakeragaman indikasi dan rahsianya.
Ketika menerangkan hal-hal yang merusak, Rasulullah membatasinya pada tujuh hal. Beliau bersabda, “Jauhilah tujuh hal yang merusak.”
Ketika menerangkan perihal kezhaliman dan mengambil tanah orang laintanpa alasan, beliau menjadikan angka 7 sebagai simbol azhab pada harikiamat, dan bersabda: “Orang yang menzhalimi orang lain walau hanyabeberapa jengkal tanah, akan dikalungkan kepadanya azhab dari tujuhbumi.” (HR Bukhari Muslim).
Nabi menerangkan bahwa ALLAH memerintahkan kita bersujud dengan tujuh organ tubuh. Beliau bersabda, “Aku diperintahkan untuk bersujuddengan tujuh tulang.” (HR Bukhari Muslim). Ketika berbicara tentangAl-Quran, beliau menyatakan, angka 7 memiliki hubungan yang sangat eratdengan kitabullah ini. Beliau bersabda, “Al-Quran diturunkan dengantujuh huruf.” (HR Bukhari Muslim).
Ketika seorang sahabat meminta Nabi menjelaskan rentang waktu untukmengkhatamkan Al-Quran, beliau bersabda, “Khatamkan Al-Quran setiap tujuh hari, dan jangan lebih cepat dari itu.”
Demikianlah, angka 7 adalah angka yang paling istimewa dalam hadiths-hadiths Nabi.
Angka 7 dalam Kisah-kisah Al-Quran
Penyebutan angka 7 diulang-ulang dalam kisah Al-Quran. Nabi Nuh menyeru kaumnya untuk memikirkan tujuh lapis langit. Beliau berkata kepada mereka, “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana ALLAH menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.” (QS Nuh: 5).
Angka 7 juga disebutkan dalam kisah azab bagi kaum Nabi Hud yangdikirim kepada Qabilah Ad. ALLAH berfirman, “Kaum Ad telah dibinasakandengan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hariterus-menerus.”
Dalam kisah Nabi Musa disebut angka 70, yang merupakan kelipatan 7.ALLAH berfirman, “Musa memilih 70 orang dari kaumnya untuk waktu yangtelah Kami tetapkan (QS Al A’raf: 155).
Penyebutan angka 7 tidak terbatas pada kehidupan dunia, tetapi kita dapatkan juga dalam kehidupan akhirat. Kata alqiyamah terulangdalam Al-Quran sebanyak 70 kali, kelipatan 7. Kata jahanam terulang 77kali, yang bererti juga kelipatan 7. Tentang tujuh pintu jahanam, ALLAHSubhanahu wa Ta’ala berfirman, “Ia memiliki tujuh pintu. Setiap pintuuntuk golongan tertentu dari mereka.” (QS Al-Hijr: 44).
Tentang azhab ALLAH pada hari kiamat, kita temukan kehadiran angkakelipatan 7. ALLAH berfirman, “Tangkaplah dia. lalu belenggulahtangannya ke lehernya, lalu masukkanlah dia ke dalam api neraka yangmenyala-nyala, lalu belitlah dia dengan rantai yang panjangnya 70hasta.” (QS Al-Haqqah: 30-32).
Jangan lupa, ALLAH juga menyebut angka 7 ketika mendeskripsikankata-kataNYA. ALLAH berfirman, “Jika pohon-pohon di bumi menjadi penadan lautan menjadi tinta, lalu ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi,kata-kata ALLAH tidak akan habis-habisnya. Sesungguhnya ALLAH MahaPerkasa dan Maha Bijaksana (QS: Luqman: 27).
Angka 7 disebut untuk menunjukkan pahala yang diberikan ALLAH kepadaorang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan-NYA. ALLAH berfirman,“Perumpamaan orang yang menginfakkan harta di jalan ALLAH sepertisebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap tangkai ada100 biji. ALLAH melipatgandakan bagi siapa yang DIA kehendaki dan ALLAHMaha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah).
Ini bukti kalau al-quran sebuah kitab yang dijamin pasti benarnya, bahkan merupaka ayat ayat mulya yang tiada taranya, tak ada tolok bandingnya, sekalipun harus dibandingkan dengan apapun tak akan menandingi al-Quran.


AL-QURAN DI JAMIN OLEH ALLAH SEBAGAI BERIKUT.
Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia, dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. (Al Haaqqah 40-47)
PENGAKUAN SARJANA BARAT TENTANG PEMBAWA AL-QURAN.
R. V. C. Bodley berkata: “Saya ragu apa ada orang lain yang bisa merubah kondisi manusia begitu besar seperti yang dilakukan dia (Muhammad SAW).” (dinukil dari buku The Messenger, London 1946, halaman 9)
R. Bosworth-Smith berkata: “Dengan sebuah keberuntungan yang sangat unik dalam sejarah, Muhammad adalah pendiri suatu Negara, suatu kerajaan dan suatu agama.” (Dinukil dari buku Mohammed and Mohammedanism, 1946)
Sebagai tambahan: “Muhammad adalah pribadi religius yang paling sukses.” (Encyclopedia Britannica, edisi ke-11)
Michael H. Hart berkata: “Meskipun jumlah umat Kristen lebih banyak dari umat Islam di dunia ini, mungkin kelihatannya aneh bahwa Muhammad berada di urutan lebih tinggi dari Yesus. Ada dua alasan: Pertama, Muhammad memegang peranan lebih penting dalam pengembangan Islam dibanding peranan Yesus dalam pengembangan Kristen. Meskipun Yesus bertanggung jawab terhadap ajaran tata susila dan moral Kristen, St. Paul-lah yang telah mengembangkan agama Kristen, penyebar dan penulis sebagian besar dari Kitab PerjanjianBaru. Kedua, Muhammad bagaimanapun juga bertanggung jawab atas Islam, ajaran tata susila dan prinsip moral. Selain itu, dia-lah yang memegang kunci utama dalam penyebaran agama Islam dan membangun peradaban Islam,” (dinukil dari The 100: A ranking of the Most Influental Persons in History, New York: Hart Publishing Company, Inc. 1978, hal. 38-39
Ini sebagai sebuah bukti, nalar ilmiah seoran saintis yang berusaha bersikap adil didalam memahami orang lain, bukan dengan dibarengi jiwa Milancolis, tetapi didukung perangkat ilmu pengetahuan dan telaah mendalam terhadap dasar dasar pijakan dan perkembangan sebuah agama, akhirnya akan menghasilkan sebuah kesimpulan bijak dan sebagai sikap obyektivitas dalam mentukan sebuah penilaian, bukan asal asalan.

0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar "Misteri Angka 7 Dalam Al-Qur'an ", Read or Enter Comments

Post a Comment